Make your own free website on Tripod.com

MEMBUAT PERAPIAN
Oleh : Pefson Batubara (008/PN-MHN/'91)


     Dalam melakukan perkemahan, kita sering kali direpotkan untuk menyiapkan peralatan dan bahan membuat perapian untuk memasak. Seperti kompor gas, minyak tanah, parafin dan beberapa jenis lainnya. Semuanya itu merupakan keperluan yang mutlak bila kita akan memasak. Dan biaya untuk mendapatkannya relatif mahal dan membutuhkan tempat saat kita membawanya untuk camping. 

Selama ini kita sering mengabaikan sesuatu bahan yang relatif murah dan mudah didapat misalnya daun-daun kering, kayu, dan ranting-ranting pohon. Bahan-bahan ini banyak terdapat di sekitar perkemahan kita. Alangkah baiknya bila kita memanfaatkannya sebaik mungkin. Dan harus diingat untuk menghindari memotong pohon yang masih hidup. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita membuat perapian untuk memasak, yaitu : 

1.  Menentukan posisi kita membuat kemah yang berhubungan dengan penentuan lokasi perapian,(menghindari daerah yang terlalu terbuka, dan mengantisipasi angin yang terlalu kencang). 

2.  Membuat alas perapian yang tidak menyerap air (kering) sehingga dapat berfungsi untuk menyimpan panas seperti pasir, batu koral, dll. 

3.  Menyiapkan bahan perapian yaitu : serasah kering, ranting, dahan kayu dari pohon yang mati 

4.  Teknik menyusun kayu atau ranting yang baik sehingga panas yang dihasilkan tidak terbuang percuma.

5.  Pemahaman tentang sifat-sifat api dan panas. 

Untuk membuat perapian yang baik, kita harus membuat tungku dengan cara menyusun bebatuan atau dengan membuat lubang di tanah. Dengan cara ini maka panas dari api akan terkumpul dan tersimpan sehingga mampu untuk membakar kayu yang lembab atau basah. 

Bahan untuk membuat perapian harus kita sediakan secukupnya dan kita harus membuat beberapa tipe ukuran bahan : 

1. Bahan halus, ukuran kayu yang diiris tipis sehingga seperti serasah halus, bahan ini berfungsi sebagai   

    pemancing api. 

2. Bahan sedang, ukuran kayu yang kecil seperti ranting kecil dan sedang, bahan ini berfungsi sebagai 

    pemarak api. 

3. Bahan kasar, ukuran potongan kayu yang relatif besar, bahan ini berfungsi untuk membuat api yang    

    permanen. 

Bila kita sudah mengerti tentang sifat panas/api dan cara menyusun bahan perapian, maka untuk membuat perapian bukan hal yang sulit. Sehingga kita dapat menyalakan api tanpa menggunakan minyak tanah, bensin, parafin, dan starter lainnya. Dalam hal ini kita dapat membuat perapian dengan memanfaatkan beberapa batang korek api, walaupun kayu yang kita gunakan lembab atau basah. 

Akhir kata, tidak ada hal yang sulit jika kita mau untuk mencoba berlatih dengan penuh kesabaran. 

 

Sekian.